5 Prinsip Etos Kerja Orang Jepang yang Layak Ditiru

0
234
prinsip etos kerja

Masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah di Indonesia masih lebih banyak dibandingkan dengan masyarakat dengan tingkat ekonomi tinggi sehingga Indonesia masih bisa dikategorikan sebagai negara berkembang. Namun sebagai rakyat Indonesia, kita tentu berharap suatu saat nanti Indonesia bisa sejajar dengan negara-negara maju lainnya di Asia seperti Singapura atau Jepang. Salah satu faktor yang membuat negara bisa maju adalah karena Sumber Daya Manusia (SDM)-nya mengenal apa itu yang dinamakan prinsip etos kerja.

Di Indonesia, etos kerja ini masih sangat rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya yang sudah maju. Misalkan di Jepang, orang-orangnya terkenal disiplin dalam bekerja, selalu datang tepat waktu dan pulang sesuai jadwal. Berbeda keadaannya dengan di Indonesia, orang Indonesia yang menjadi pegawai atau karyawan cenderung suka beralasan saat datang terlambat mulai dari macet, ketinggalan bis, kendaraan mogok dan sebagainya. Inilah yang menjadikan Indonesia lambat maju.

Macam-Macam Prinsip Etos Kerja

Berbeda dengan orang-orang Jepang yang sangat akrab dengan etos dalam bekerja. Bagi Anda yang ingin punya etos kerja tinggi, coba tirulah prinsip orang-orang Jepang dalam bekerja ini:

  1. Bushido (ksatria).

Prinsip Bushido yang memiliki arti ‘ksatria’ ini merupakan semacam kode etik yang dimiliki oleh para samurai yang hidup di jaman feodal Jepang. Seorang samurai (sebutan untuk ksatria berpedang) wajib memiliki totalitas dan loyalitas terhadap majikan/tuannya. Ia bahkan harus rela untuk melakukan bunuh diri dengan cara menusuk perut dengan pedangnya yang disebut dengan Harakiri apabila ia melanggar kehormatannya. Prinsip ini diterapkan orang Jepang yang senantiasa loyal dan total dalam bekerja untuk perusahaannya. Sehingga jarang ditemukan orang Jepang yang pindah-pindah kerja.

  1. Makoto & Ganbatte Kudasai.

Prinsip etos kerja Makoto ini memiliki arti kejujuran dan juga ketulusan. Orang Jepang memegang teguh prinsip ini dalam bekerja sehingga mereka senantiasa bekerja keras dengan jujur, tulus dan bersemangat. Sedangkan Ganbatte Kudasai sebenarnya merupakan semacam ucapan untuk memberi semangat yang sering diucapkan oleh orang Jepang untuk menyemangati dirinya atau orang lain agar pantang menyerah sebelum tujuannya tercapai.

  1. Keishan (kreatif, inovatif dan produktif).

Keishan memiliki arti kreatif, inovatif serta produktif. Inilah yang diterapkan orang Jepang dalam pekerjaan mereka. Mereka cenderung senang bekerja dan menciptakan sesuatu yang kreatif dan inovatif. Mereka cenderung produktif dan senang menemukan hal-hal yang baru. Tak heran jika ada banyak sekali penemuan barang-barang unik maupun teknologi canggih yang asalnya dari Jepang. Ini karena orang-orangnya selalu kreatif dan inovatif.

  1. Kaizen (tepat waktu).

Prinsip Kaizen ini wajib dimiliki oleh setiap pegawai atau karyawan dalam hal menyelesaikan pekerjaannya. Ini dapat diartikan menjadi fokus dan tidak boleh menunda-nunda pekerjaan. Jadi sebisa mungkin pekerjaan harus diselesaikan sesuai jadwal dan tepat waktu. Datang terlambat ke kantor atau terlambat mengumpulkan pekerjaan tentu akan menghambat produktivitas kerja. Orang Jepang dikenal sangat disiplin dengan waktu.

  1. Semua pekerjaan itu bernilai.

Orang Jepang memiliki prinsip etos kerja yang mana tidak suka memandang remeh setiap pekerjaan yang ada. Mereka menghargai setiap profesi orang. Selain itu, orang Jepang juga tidak pernah merasa malu dengan pekerjaan-pekerjaan yang ringan dan biasanya dikerjakan oleh orang lain seperti mengelap dan merapikan meja, memfotokopi dokumen dan sebagainya. Bahkan di sekolah Jepang sendiri, murid-muridnya diajarkan untuk membersihkan toilet seminggu sekali. Ini sangat berguna bagi masa depan mereka sebagai pegawai atau karyawan untuk selalu menghargai setiap pekerjaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here